Posted by: alesandroemmyguritno | October 13, 2011

Proses Input Pelunasan Piutang usaha disertai lebih dari satu potongan

Jika anda pengguna zahir jika dalam penginputan transaksi penerimaan piutang usaha secara bersamaan ada potongan yang menyertainya lebih dari satu potongan. misalkan ada kasus :

Penerimaan Piutang usaha sebesar Rp. 20.000.000

potongan Pph 23 3 % Rp. 600.000

Biaya adm Rp. 150.000

piutang yang diterima Rp. 19.250.000

Proses ini saya terapkan untuk memudahkan dalam pencatatan :

1. buat kode akun perantara seperti dibawah ini contohnya :

catatan : harap chekmark kotak kas dan banknya.

2. langkah kedua. saat anda berada dimodul pembayaran piutang usaha, kolom isian akun bank diisi control akun, kemudian dipilih saldo atas invoice piutang sebesar  Rp.20.000.000 dari hasil transaksi maka jurnalnya adalah

control akun     (D) 20.000.000

Piutang usaha        (C) 20.000.000

berikut gambarnya :

3. tahap ketiga, anda membuat transaksi di jurnal memorial untuk penyesuai saldo atas control akun ke beberapa akun potongannya. maka jurnalnya adalah

PPH 23     (D)   600.000

by adm     (D)    150.000

Bank         (D)   19.250.000

control akun   (C)  20.000.000

dengan demikian control akun kembali bersaldo nol.

guritno

Posted by: alesandroemmyguritno | September 18, 2011

Petunjuk Melakukan Import Saldo Awal Hutang Usaha di Zahir Accounting

Untuk anda pengguna zahir accounting yang akan menggunakan fasilitas plugin import saldo awal hutang usaha, sebaiknya harus memperhatikan prosedur-prosedur pengisian pada tiap-tiap kolom file CSV saldo awal hutang usaha. jika tidak sesuai prosedur akan terjadi kegagalan dalam melakukan import.

oleh karena itu dalam hal ini saya akan memberikan informasi mengenai prosedur pengisian kolomnya sebagai berikut :

  1. Kode : Kolom ini diisi dengan kode suplier dan diwajibkan setiap kode suplier harus berbeda jika ada yang sama maka salah satu dari yang sama tidak akan bisa terimport.
  2. Nama : kolom ini diisi dengan nama suplier, penamaan suplier jika sama tidak masalah.
  3. Tanggal : kolom ini diisi dengan tanggal invoice. perhatian jika pada database zahir settingan yang anda pilih dengan format M/DD/YYYY, maka pada kolom isian CSV harus dengan format yang sama sebagai contoh 12/31/2011 tidak boleh 31/12/2011. jika hal ini dilanggar maka import akan gagal. warning kegagalan sebagai berikut :

selanjutnya diklik yes :

4.   Mata uang : kolom ini diisi dengan mata uang IDR,USD, EUR atau lain-lain disesuaikan dengan mata uang invoice tersebut. perhatian : jika peket zahir anda tidak memiliki fasilitas multy currency maka anda hanya bisa mengisi mata uang IDR saja.

5.   Nilai : kolom ini diisi dengan nilai hutang sesuai dengan invoicenya.

6.   Inv No : diisi dengan no invoice. diwajibkan no invoice satu dengan yang lainnya harus berbeda.

7.   No PO : diisi dengan nomor PO. jika tidak ada harap diisi dengan angka “0″ saja.

8.   Discdue : kolom ini diisi dengan hari jatuh tempo dari invoice.

selamat mencoba dan semoga berhasil dalam penerapannya

Posted by: alesandroemmyguritno | September 13, 2011

Petunjuk Cara Pengisian Format CSV Saldo Awal Persediaan Pada Zahir Accounting

Bagi anda pengguna zahir accounting, baik pemula ataupun yang sudah pernah memakainya akan tetapi belum mengetahui atau belum mengerti cara pengisian format CSV saldo awal persediaan. perlu diketahui, format CSV saldo awal persediaan diperuntukan sebagai alat untuk mengimport data barang beserta kuantiti nya . dengan adanya format ini maka anda tidak perlu lagi kesulitan menginput data barang dan saldo satu persatu.

oleh karena itu akan saya berikan petunjuk tentang pengisian format CSV dari saldo awal persediaan . berikut ini penjelasan pengisian dari kolom-kolom format CSV saldo awal persediaan :

  1. Kode Barang : diisi dengan kode barang, bisa berupa kode dan barcode barang jika ada.
  2. Nama Barang : diisi dengan nama barang
  3. Kode Unit : diisi dengan Satuan dasar dari item barang tersebut misalnya : Pcs, liter dan Kg. perlu diperhatikan jika ada item barang yg satuannya carton atau satuan besar lainnya jika dalam penjualan atau pemakaian barang tersebut memakai satuan dasar maka diharuskan mengisi satuan dasar pada kolom satuan unit.
  4. Harga Jual : diisi dengan harga jual dari item barang. jika tidak diisi harap diisi dengan nol saja.
  5. Kode Kurs : diisi dengan IDR Jika mata uang fungsional/Dasar yg kita pilih Rupiah atau IDR saat membuat data perusahaan.
  6. Nama Department : diisi dengan kalimat “Head Quarter”.
  7. Kel. Barang : diisi dengan kelompok barang dari item barang . misalnya nama barangnya “bearing”, maka kelompok barangnya “sparepart”.
  8. Nama Gudang : diisi dengan nama gudang jika kuantiti barang ini ada pada gudang tersebut. hal ini bisa dilakukan jika produk zahirnya ada fasilitas modul multy gudang dan apabila tidak ada maka kolom nama gudang harap diisi kalimat ” Head Quarter”.
  9. Metode : diisi dengan metode persediaan yang anda inginkan. contoh :Average, FIFO dan LIFO. harap penulisan metode harus mirip dengan contoh.
  10. Disimpan : diisi “T” jika barang tersebut di kontrol sebagai stock barang dan dimonitor mutasinya. diisi “F” jika barang tersebut tidak dikontrol mutasinya dengan kata lain barang ini langsung dibiayakan.
  11. Dibeli : diisi “T” jika untuk memperoleh barang tersebut melalui proses pembelian. diisi “F” jika dalam memperolehnya tidak melalui pembelian . dalam hal ini melalui proses produksi.
  12. Dijual : diisi “T” jika barang tersebut bisa dijual peruntukannya. diisi “F” jika barang tersebut tidak dijual tapi hanya dipakai sendiri.
  13. Nama Group 1 sampai 4 : diisi dengan group-group barang jika memang ada. contohnya: nama barang Bearing kemudian group 1 diisi untuk ukuran/type, group 2 diisi dengan merek barang, dan lain-lain. hal ini bisa dilakukan jika produk zahir anda mempunyai fasilitas group barang. jika tidak punya harap diisi “No Group” saja.
  14. QTY : diisi dengan kuantiti barang yang tersedia. jika tidak ada diisi dengan angka nol saja. perhatian : jika anda mengisi kuantiti maka price harus diisi juga.
  15. Price : diisi dengan harga modal atau harga beli dari barang tersebut. perhatian : jika Price diisi tapi kuantiti tidak ada gak masalah. harap diisi angka nol saja
  16. ISSERIAL : diisi “T” jika barang tersebut memiliki serial number barang. diisi “F” jika tidak memiliki serial number barang. hal ini bisa dilakukan jika produk zahir anda memiliki fasilitas serial number. jika tidak ada maka kolom tersebut dikosongkan saja.
  17. No Serial : diisi nomor seri atas barang tersebut.

selesai

Posted by: alesandroemmyguritno | August 24, 2011

Cara Mudah Eksport Laporan Zahir Accounting Dalam Bentuk File Excel

Program zahir accounting salah satu fasilitasnya adalah laporan bisa diexport dalam bentuk file lainnya, salah satunya adalah file excel. karena file excel ini paling sering digunakan oleh pengguna zahir.

pada umumnya export laporan dalam bentuk excel digunakan agar laporan zahir dapat diolah lagi , dan dalam pengolahan itu fungsi perhitungan seperti “SUM” pasti digunakan. akan tetapi seringkali pengguna zahir masih bingung atau kesulitan saat laporan zahir diexport dalam bentuk excel hasilnya laporan tersebut khususnya angka-angkanya tidak dapat di short untuk fungsi “SUM” secara otomatis menghitung.

berikut ini tips & trik agar laporan zahir yg  di export dalam bentuk excel dapat di “SUM” :

  1. Settingan Regional di komputer anda pilih format bahasa “english (united states) dan pastikan pemisah decimal pilih titik (.) dan pemisah ribuan atau digit grouping symbol pilih koma (,)
  2. kemudian setelah langkah pertama, anda masuk dan buka program zahir, klik settting>setup program>pilih settingan regional, pastikan pemisah desimal juga titik (.) dan pemisah ribuan koma (,)
  3. setelah langkah kedua, anda harus tutup program zahirnya kemudian buka kembali dan anda bisa lakukan export laporan dalam bentuk excel. dan pastikan anda pilih opsi excel table (OLE).

selamat mencobanya.

Posted by: alesandroemmyguritno | June 10, 2011

HADIRI SEGERA PAMERAN SOFTWARE AKUNTANSI ZAHIR BUKAN SIHIR

Mau tau hebatnya kemudahan Zahir?
Rasakan semua di Pameran FKI (Festival Komputer Indonesia) 2011 di Jakarta, Yogyakarta dan Makassar. Dapatkan Diskon 25 – 30% untuk pembelian Produk Zahir selama Pameran berlangsung disini.

Kunjungi stand Zahir Accounting untuk berdikusi dan berkonsultasi dengan staff Product Consultant dari kami dan temukan solusi terbaik bisnis Anda disini. Rasakan langsung kemudahan software peraih sertifikat ISO 9001:2008 dan berbagai penghargaan bergengsi ini.

LOKASI STAND FKI 2011 JAKARTA :
STAND CN3, HALL CONNECTING, JAKARTA CONVENTION CENTER
Tanggal 8 – 12 Juni 2011

LOKASI STAND FKI 2011 YOGYAKARTA :
STAND NO. 144, GRAND BIMA HALL, JOGJA EXPO CENTER
Tanggal 8 – 12 Juni 2011

LOKASI STAND FKI 2011 MAKASSAR :
STAND J-12A, CELEBES CONVENTION CENTER, MAKASSAR
Tanggal 8 – 12 Juni 2011

Posted by: alesandroemmyguritno | May 13, 2011

Menginput Invoice Pembelian Sementara Barang Belum diterima

Pada umumnya ada beberapa kasus transaksi import barang, dengan pencatatan yang pertama adalah invoicenya dulu, sementara barangnya bisa satu bulan kemudian. Untuk penerapan di software zahir adalah

1. Pencatatan Invoice Pembelian diinput pada menu pembelian sedangkan pemilihan “masuk ke gudang” dipilih “gudang dalam perjalanan” (opsi nama gudang ini dibuat pada pada modul gudang dg tujuan sebagai tempat penyimpanan barang sementara). hasil dari transaksi ini secara pengakuan hutang sudah bertambah dan secara kuantiti barang sudah bertambah di posisi gudang dalam perjalanan.

2. pada saat barang telah tiba, maka prosesnya diinput melalui transfer barang antar gudang dengan pilihan dari gudang “gudang dalam perjalanan” ke gudang “perusahaan”. hasil transaksi ini hanya untuk mengontrol kuantiti barang secara update.

Posted by: alesandroemmyguritno | October 25, 2010

Rumus Perhitungan Distribusi Biaya Import di Zahir Accounting

PROSES PERHITUNGAN DISTRIBUSI BIAYA IMPORT ATAS DASAR VOLUME

Rumusnya = Total nilai Biaya Import/Total kuantiti barang yang dibeli.

Sebagai contoh :

ada transaksi import barang berupa :

  • Barang A sebanyak 10 pcs dengan harga Rp. 1000,-/pcs
  • Barang B sebanyak 20 pcs dengan harga Rp. 2000,-/pcs
  • Barang C sebanyak 30 pcs dengan harga Rp. 3000,-/pcs

Total Kuantiti barang = 60 pcs

Rincian Biaya Import :

  • Bea masuk sebesar Rp. 10.000,-
  • Trucking sebesar Rp. 20.000,-

Total Biaya Import = Rp. 30.000,-

Jadi jika dirumuskan = 30.000,-/60 pcs = 500,- . nilai 500 ini akan secara otomatis ditambahkan ke setiap harga beli barang dengan hasil sebagai berikut :

  • Barang A dengan harga pokok Rp. 1.500,-
  • Barang B dengan harga pokok Rp. 2.500,-
  • Barang C dengan harga pokok Rp. 3.500,-
Posted by: alesandroemmyguritno | October 14, 2010

Contoh Settingan Dasar POS Zahir

Dibawah ini adalah contoh dari settingan awal Back Office  sebelum memulai Transaksi dengan menggunakan POS Zahir.

A.  Settingan Di BackOffice pada menu Setting>Poin of  Sale >Set up Kasir. pada setup kasir, yang harus diperhatikan sebelum melakukan set up kasir adalah :

  1. Membuat nama-nama karyawan pada fasilitas modul data-data>data nama & alamat.
  2. Membuat Password untuk setiap karyawan pada menu file>password.

B. Settingan di BackOffice pada menu Setting>Poin of Sale>Set up Sistem pembayaran. beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan setup kasir adalah :

  1. Membuat nama-nama sistem pembayaran pada modul data-data>data nama & alamat. Contoh : Tunai, Debit dan kartu kredit.
  2. Settingan pada sistem pembayaran selain tunai, yaitu debit dan kartu kredit, opsi tunai tidak boleh di chek mark.
Posted by: alesandroemmyguritno | August 18, 2010

Fasilitas Bantuan Jarak Jauh (Remote Access)

Zahir Accounting saat ini sudah memiliki fasilitas bantuan jarak jauh (Remote Access). fasilitas ini bertujuan untuk memeriksa program zahir dari jarak jauh yang dilakukan oleh support zahir. fasilitas ini sangat membantu user pemakai zahir jika program zahir mau di cek oleh support zahir tanpa harus datang . misalnya bantuan untuk registrasi, koneksi jaringan dan lain-lain.

Posted by: alesandroemmyguritno | July 30, 2010

WARNING : REKENING TIDAK BOLEH DIGUNAKAN

Jika Pada saat input transaksi dijurnal umum, kas masuk dan di kas keluar muncul warning : “Rekening tidak boleh digunakan”. hal ini dikarenakan akun yang dipakai dalam transaksi sudah di setting sebagai akun penting. pada umumnya akun ini adalah akun piutang usaha, hutang usaha dan persediaan. akun penting tersebut adalah akun yang di set untuk transaksi yang melibatkan penjualan kredit, pembelian kredit, dan pemakaian/penyesuaian persediaan.

pada software zahir untuk menginput transaksi pembelian, penjualan dan penyesuaian barang tidak perlu melakukan transaksi jurnal manual melainkan memakai modul penjualan, pembelian dan persediaan yang nantinya jurnal , laporan piutang, hutang dan persediaan serta kartu piutang, hutang dan persediaanya terbentuk. sedangkan jika transaksi diatas diinput selain memakai modul tersebut, secara laporan keuangan dan buku besar sudah terbentuk tetapi secara kartu atau sub ledger tidak akan terbentuk.

untuk user pengguna software zahir yang pada pengoperasiannnya hanya ingin memakai transaksi jurnal umum dan pastinya akan memakai akun penting yang dimaksud diatas, maka sebelumnya harus di lakukan pensettingan pada menu setting>klik setup program>klik transaksi pada umumnya>klik chek mark pada kotak kecil dengan keterangan ” akun penting boleh digunakan dalam transaksi (sangat tidak disarankan).

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.