Posted by: alesandroemmyguritno | September 13, 2011

Petunjuk Cara Pengisian Format CSV Saldo Awal Persediaan Pada Zahir Accounting

Bagi anda pengguna zahir accounting, baik pemula ataupun yang sudah pernah memakainya akan tetapi belum mengetahui atau belum mengerti cara pengisian format CSV saldo awal persediaan. perlu diketahui, format CSV saldo awal persediaan diperuntukan sebagai alat untuk mengimport data barang beserta kuantiti nya . dengan adanya format ini maka anda tidak perlu lagi kesulitan menginput data barang dan saldo satu persatu.

oleh karena itu akan saya berikan petunjuk tentang pengisian format CSV dari saldo awal persediaan . berikut ini penjelasan pengisian dari kolom-kolom format CSV saldo awal persediaan :

  1. Kode Barang : diisi dengan kode barang, bisa berupa kode dan barcode barang jika ada.
  2. Nama Barang : diisi dengan nama barang
  3. Kode Unit : diisi dengan Satuan dasar dari item barang tersebut misalnya : Pcs, liter dan Kg. perlu diperhatikan jika ada item barang yg satuannya carton atau satuan besar lainnya jika dalam penjualan atau pemakaian barang tersebut memakai satuan dasar maka diharuskan mengisi satuan dasar pada kolom satuan unit.
  4. Harga Jual : diisi dengan harga jual dari item barang. jika tidak diisi harap diisi dengan nol saja.
  5. Kode Kurs : diisi dengan IDR Jika mata uang fungsional/Dasar yg kita pilih Rupiah atau IDR saat membuat data perusahaan.
  6. Nama Department : diisi dengan kalimat “Head Quarter”.
  7. Kel. Barang : diisi dengan kelompok barang dari item barang . misalnya nama barangnya “bearing”, maka kelompok barangnya “sparepart”.
  8. Nama Gudang : diisi dengan nama gudang jika kuantiti barang ini ada pada gudang tersebut. hal ini bisa dilakukan jika produk zahirnya ada fasilitas modul multy gudang dan apabila tidak ada maka kolom nama gudang harap diisi kalimat ” Head Quarter”.
  9. Metode : diisi dengan metode persediaan yang anda inginkan. contoh :Average, FIFO dan LIFO. harap penulisan metode harus mirip dengan contoh.
  10. Disimpan : diisi “T” jika barang tersebut di kontrol sebagai stock barang dan dimonitor mutasinya. diisi “F” jika barang tersebut tidak dikontrol mutasinya dengan kata lain barang ini langsung dibiayakan.
  11. Dibeli : diisi “T” jika untuk memperoleh barang tersebut melalui proses pembelian. diisi “F” jika dalam memperolehnya tidak melalui pembelian . dalam hal ini melalui proses produksi.
  12. Dijual : diisi “T” jika barang tersebut bisa dijual peruntukannya. diisi “F” jika barang tersebut tidak dijual tapi hanya dipakai sendiri.
  13. Nama Group 1 sampai 4 : diisi dengan group-group barang jika memang ada. contohnya: nama barang Bearing kemudian group 1 diisi untuk ukuran/type, group 2 diisi dengan merek barang, dan lain-lain. hal ini bisa dilakukan jika produk zahir anda mempunyai fasilitas group barang. jika tidak punya harap diisi “No Group” saja.
  14. QTY : diisi dengan kuantiti barang yang tersedia. jika tidak ada diisi dengan angka nol saja. perhatian : jika anda mengisi kuantiti maka price harus diisi juga.
  15. Price : diisi dengan harga modal atau harga beli dari barang tersebut. perhatian : jika Price diisi tapi kuantiti tidak ada gak masalah. harap diisi angka nol saja
  16. ISSERIAL : diisi “T” jika barang tersebut memiliki serial number barang. diisi “F” jika tidak memiliki serial number barang. hal ini bisa dilakukan jika produk zahir anda memiliki fasilitas serial number. jika tidak ada maka kolom tersebut dikosongkan saja.
  17. No Serial : diisi nomor seri atas barang tersebut.

selesai


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: